Resep Chiz
Kelezatan Unik Bika Ambon Khas Medan
Kelezatan Unik Bika Ambon Khas Medan

Kelezatan Unik Bika Ambon Khas Medan

Bika Ambon merupakan salah satu kue yang paling digemari di Indonesia dan kerap disajikan di berbagai acara, seperti acara arisan, pesta syukuran, hingga kumpul keluarga saat Idul Fitri. Kue berwarna kuning ini punya dua keunikan: Teksturnya, dan namanya. Mengapa namanya Bika Ambon, meskipun kue ini berasal dari Medan, Sumatera Utara?

Bicara asal-usul nama Bika Ambon, mungkin tidak akan ada habisnya. Nama Bika sendiri diambil dari kue khas Melayu, Bika atau Bingka, yang kemudian dimodifikasi dengan menambahkan pengembang dari bahan Nira atau tuak Enau agar dan menjadi berbeda dari kue Bingka khas Melayu tersebut. Nah, bagian Ambon-nyalah yang memunculkan banyak pertanyaan. Ada yang mengatakan, Bika Ambon dinamai demikian karena tempat pertama kali dijual di simpang Jl. Ambon Sei Kera Medan, yang akhirnya menjadi populer.

Kue Bika Ambon sekarang menjadi oleh-oleh khas kota Medan, dan warnanya tidak hanya kuning saja, lho. Berbagai varian warna sudah dapat ditemukan sesuai rasa dan selera. Bika Ambon original memang selalu menjadi favorit, namun rasa pandan juga mulai menyainginya. Tersedia juga varian rasa lain seperti, durian, cokelat, dan tentunya keju. Selain rasanya, Bika Ambon juga mampu bertahan sampai 3-4 hari sehingga sangat cocok juga untuk dijadikan oleh-oleh setelah berkunjung ke Medan.

Resep Bika Ambon

Pembuatan Bika Ambon mungkin tidak sesederhana kue-kue lainnya, namun juga tidak terlalu sulit, hanya butuh kesabaran lebih. Hasilnya akan sepadan dengan waktu yang dihabiskan. Berikut resepnya:

Rasa legit khas Bika Ambon juga cocok disandingkan dengan gurihnya keju lho, Prochiz Lovers. Kamu bisa memarut keju di atas Bika Ambon yang masih hangat. Penasaran rasanya? Yuk, coba bikin!
 

Bahan-bahan:

  • 300 ml santan kental
  • 100 ml santan cair
  • 4 lembar daun jeruk, buang batangnya
  • 2 batang serai, memarkan
  • 1 sdm kunyit bubuk
Bahan biang
  • 50 gr tepung protein sedang
  • 2 sdm gula pasir
  • 120 ml air
  • 8 g ragi instan
Bahan utama
  • 2 butir telur utuh
  • 8 butir kuning telor
  • 100 g tepung sagu
  • 50 g tepung ketan
  • 200 g gula pasir
  • ½ sdt garam
  • 1 sdt vanilla bubuk

Langkah:

  • Bahan biang: Campur tepung terigu, gula pasir, air dan ragi instan, aduk rata kemudian diamkan selama 15 menit pada suhu ruang
  • Bahan santan: Masukkan santan kental dan santan cair, daun jeruk, serai dan kunyit bubuk, aduk sampai mendidih dengan api kecil.
  • Bahan utama: Masukkan telur utuh, kuning telur, gula pasir, garam dan vanilla bubuk, aduk hingga mengembang kemudian masukkan tepung sagu dan tepung ketan, aduk.
  • Masukkan bahan biang ke dalam bahan utama, aduk sampai rata kemudian masukkan bahan santan, aduk sampai rata lalu diamkan selama 2 jam.
  • Setelah diiistirahatkan, aduk kembali. Masukkan ke dalam loyang yg sudah di berikan minyak dan sudah di panaskan. Panggang dalam oven dengan suhu 180℃ selama 35-40 menit dengan pintu oven sedikit terbuka dan menggunakan api bawah. Angkat dan sajikan.
      Nilai!

      4.5